Senin, Oktober 10

cita-cita saya

 Sejak kecil, atau lebih tepatnya saat TK dan SD, saya sangat ingin menjadi dokter hewan. Karena menurut saya, itu adalah hal yang sangat menyenangkan karena dapat berinteraksi dengan hewan. Saya adalah orang yang sangat menyukai hewan khususnya kucing dan anjing. Lalu saat beranjak SMP, saya merasa bahwa menjadi dokter adalah pekerjaan yang berat dan menyulitkan karena menyangkut nyawa manusia. Maka dari itu, saya memutuskan untuk tidak jadi menjadi dokter hewan.

Lalu setelah pupus harapan saya menjadi dokter hewan, saya ingin menjadi seorang penyanyi Kpop. Hahaha, saya tahu itu sangat tidak masuk akal karena tidak mungkin seorang muslim yang mengenakan hijab seperti saya memasuki dunia entertaint Kpop. Maka dari itu pupus juga harapan saya untuk debut di negara orang.

Memasuki masa SMA, saya berubah pikiran ingin menjadi PNS yang menjadi bagian dari pertambangan. Namun lagi lagi, saya merasa itu suatu cita cita yang sulit di gapai. Selain pengaruh nilai matematika atau nilai eksak saya yang buruk, saya mulai mencari cita-cita baru. 

Dan sekarang saya tidak terlalu ingin mengejar cita cita yang kurang realistis, tujuan saya sekarang hanya setelah lulus, saya harus mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Saya pikir saya bisa sukses dengan jalan saya sendiri. 

Senin, September 12

masa kecil saya

Banyak hal yang terjadi ketika saya kecil, sampai saya tidak tahu ingin menuliskan yang mana. Mungkin cerita ini agak sedikit berantakan timeline nya, namun setidaknya ini bisa mengobati rasa rindu saya terhadap masa kecil saya.

Saya terlahir dari keluarga sederhana, keluarga saya termasuk keluarga yang sangat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan memuliakan sesama mahluk Tuhan. Pernah suatu hari, ketika saya masih anak-anak, saya dengan sengaja menendang anak kucing hingga masuk ke dalam saluran air yang sedang kering (namun masih menyisakan sedikit air di tengahnya). Saat itu ayah saya terdengar sedikit marah dengan kelakuan saya, "Gumilang! jangan kayak gitu, ga boleh. Kasian kan kucingnya di jatohin ke got!".

Setelah kejadian itu, saya sadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Dan setelah kejadian itu pula, saya jadi sangat menyukai kucing dan hewan hewan lain sampai saat ini. Bisa dibilang, didikan oarang tua saya berhasil mendidik saya menjadi anak yang menyayangi hewan manapun.

Kisah kedua, saya pernah ikut orang tua saya untuk mengunjungi salah satu temannya yang berada di salah satu kawasan kumuh, saat itu, saya masih sangat kecil, mungkin sekitar 4-6 tahun. Saya merasa sangat tidak nyaman dengan bau yang ada di kawasan sekitar rumahnya, kemudian, setelah beberapa menit orang tua saya mengobrol, kami pun pulang. Selama di perjalanan pulang, saya mendapat satu pelajaran berharga dari orang tua saya, khususnya ayah saya. 

Saya sangat ingat apa yang saya katakan saat itu, "Pak, mereka itu orang miskin ya?" celetuk saya saat itu, kemudian ayah saya mengatakan, "Hush, ga boleh ngomong kayak gitu. Mereka orang kaya, ga ada orang miskin di dunia ini.". Saya heran dengan apa yang ayah saya katakan pada saya, kemudian saya menyeletuk lagi, "Terus, kita orang kaya atau miskin pak?", dan ayah saya jawab pertanyaan saya dengan sabar, "Kita ga kaya, ga miskin. Kita orang sederhana.". 

Hahaha, saya sampai sekarang merasa bahwa ada beberapa kejadian yang membuat saya menyerngitkan dahi, namun terkadang jika saya mengingat kejadian tersebut, saya tertawa. Yaitu,  ketika saya mengalami peristiwa 'ikatan batin orang tua dan anak'. Suatu hari, saya sangat ingin makan mie ayam dan tiba-tiba ibu saya menyeletuk, "MAKAN MIE AYAM YUK!!" hahaha, saya benar benar kaget saat itu, saya sangat tidak menyangka dengan apa yang ibu saya katakan.

Sebenarnya masih banyak lagi, namun sepertinya hanya ini yang saya ingat saat ini. Terima kasih sudah membaca.

Senin, Agustus 29

Kegiatan 17an

Kami sedang menampilkan foto lampiran kegiatan 17an kami semasa berada di SMA.



 Foto pertama adalah foto yang diambil ketika kami sedang baris berbaris di hari pertama. Kami senam sekaligus pembukaan, lalu setelah itu kami memulai acara lomba kami.



foto dibawah ini, lomba pertama dimulai. Lomba ini adalah lomba makan kerupuk, kelas kami mengajukan Alfa sebagai perwakilan kelas kami.



Pada hari kedua, guru guru pun memulai lomba mereka tersendiri. yaitu lomba estafet karet yang sebenernya saya pun tidak tahu siapa yang memenangkan pertandingan tersebut.



ini merupakan foto hari pertama yang menampilkan kemeriahan acara yang diadakan di sekolah kami. 



sepertinya ini adalah foto yang diambil hari terakhir puncak kegiatan lomba. 




Senin, Agustus 15

kisah semasa SMA

Angkatan kami adalah angkatan corona, masa yang harusnya kami habiskan dengan penuh sukacita dan kebahagiaan, sayangnya harus menelan rasa pahit dari kenyataan bahwa kami tidak mengenal satu sama lain. Sejujurnya ketika saya hanya berada di rumah, saya sama sekali tidak mengenal teman kelas sendiri. Saya hanya  mengenal nama dan hanya sebatas itu. Saya tidak mengenal wajah ataupun bagaimana sifat kelakuan mereka.

Setelah 1,5 tahun kami melakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh), kami akhirnya mengenal satu sama lain karena perintah ppkm dicabut. Dan mulai membangun kharisma satu sama lain. Kami banyak melakukan acara diluar sekolah dan kumpul-kumpul hingga saat ini. 

Masa ketika kelas 12, adalah masa masa paling indah bagi saya karena alhamdulillah akhirnya saya merasakan kisah putih abu-abu. Saya merasakan semua yang orang rasakan ketika SMA dan saya setuju dengan pendapat orang tentang indahnya masa SMA. 

Secara spesifik, saya merasakan indahnya pertemanan dan kisah cinta dalam kisah SMA saya. Walaupun kisah cinta saya tidak seindah yang lainnya, alias nt (nice try) yang artinya kisah cinta saya kandas sebelum dimulai karena orang yang saya suka menyukai orang lain. Tapi tak mengapa, saya senang karena Tuhan mempertemukan kami dan mengijinkan saya mencintai dia. Dia menjadi alasan saya untuk menjadi versi terbaik dari diri saya. 

Sejujurnya, saya tidak mengetahui cita-cita saya, yang saya inginkan hanyalah membanggakan orang tua saya dengan memiliki pekerjaan yang baik dan memiliki gaji tetap diatas UMR. Sekian kisah masa SMA saya, terima kasih telah membaca.

Senin, Agustus 8

makanan internasional

Retna Gumilang, XII Mipa 1


yang pertama adalah video tentang cara pembuatan korean toast.





yang kedua, video tantang pembuatan churros.

Senin, Agustus 1

Cara membeli photocard

Sampai hari ini setidaknya ada ratusan atau bahkan ribuan orang yang tertipu dengan para penjual photocard gadungan atau yang bisa disebut 'Scammer'. Para penjual gadungan ini biasanya merasa bahwa para kpopers adalah calon pembeli yang sangat mudah di tipu, salah satunya adalah karena mereka sangat royal kepada idola mereka seperti apa yang saya katakan di blog sebelumnya. 

"Lebih baik menyesal karena membeli daripada menyesal karena tidak membeli", setidaknya itulah motto yang kami para kpopers dan poca enthusiast terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Klise memang, namun itulah kenyataan dan sisi gelap kami yang terlalu cinta bahkan sampai 'kalap' membeli photocard.

Hal-hal dasar yang harus diperhatikan ketika membeli photocard adalah:

1. Perhatikan akun penjual, perhatikanlah akun yang akan kita beli photocardnya. Sebisa mungkin, hindari akun bodong atau kosongan yang tidak memiliki postingan ataupun followers.

2. Hindari pembelian tanpa proof atau bukti yang jelas dengan photocard yang ingin dibeli.

Selebihnya hanya menyesuaikan, terima kasih telah membaca.

Mengenal lebih dalam dunia kertas ganteng

Ada banyak hal yang bisa diambil dari sisi manjadi kpopers, salah satunya sebagai ladang penghasilan yang sangat menjanjikan. Penjualan Photocard atau yang biasa disebut sebagai "kertas ganteng' atau bisa juga disebut sebagai pc, merupakan hal yang sangat wajar dalam dunia kpopers. Biasanya para 'Korean Lovers' sangat menggemari mengoleksi foto-foto idola mereka, dan sampai rela membayar mahal demi selembar foto idola mereka. yap betul, hanya satu lembar.

Salah satu harga tertinggi yang pernah saya lihat di pasar photocard adalah photocard Jungkook yang seharga 40 juta rupiah. Terdengar sangat tidak logis memang untuk harga satu lembar kertas, namun ada saja orang yang membeli. Alasannya simpel dan mudah, yaitu karena ia sangat 'mencintai' idola nya dan bersikap royal. Oleh sebab itu, semahal apapun harganya, mereka pasti akan menyanggupi.

Memang tidak semua kpopers memiliki banyak uang seperti itu, namun kami sebagai kpopers miskin setidaknya pasti memiliki satu barang murah yang bisa menjadi identitas kami sebagai kpopers. Contohnya gantungan kunci non-official, poster oppa atau unnie hehe.

cita-cita saya

 Sejak kecil, atau lebih tepatnya saat TK dan SD, saya sangat ingin menjadi dokter hewan. Karena menurut saya, itu adalah hal yang sangat me...